Rabu, 08 April 2015



KAJIAN ILMIAH TERHADAP PANCASILA

Negara kurang lengkap ketika tidak mempunyai dasar negara.  Pancasila merupakan dasar negara kita,  tapi pada kenyataanya tidak sepenuhnya dilaksanakan nilai – nilai yang terkandung didalamnya , banyak warga negara Indonesia yang tidak tahu dan hafal pancasila, tahu saja tidak apalagi mengamalkanya!  . Banyak warga indonesia yang tidak hafal pancasila tapi juga banyak yang hafal pancasila tapi tidak mengamalkanya. Kejadian tersebut sangat aneh jika kita renungkan. Mungkin tidak hafal tidak apa-apa yang penting mau mengamalkan pancasila. Kenyataan tersebut terjadi di daerah-daerah pelosok desa banyak yang tidak hafal pancasila tapi kenyataanya perilakunya sesuai dengan pancasila, nah ... mungkin itu lebih baik dari pada orang yang sekolahnya mencapai setinggi gunung,  pancasila dia hafal arti, maksud dan tujuanya semuanya dimengerti, tapi apa kenyataanya dia hanya hafal saja, dalam praktek kehidupanya dia melakukan korupsi dan tidak menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, melihat dari kenyatan tersebut maka perlu diadkan kajian ilmiah terhadap pancasila.  Pancasila memiliki kebenaran ilmiah salah satunya yaitu kebenaran koherensi maksudnya  pancasila merupakan dasar negara republik indonesia. Oleh karena itu segala peraturan perundang-undangan yang berlaku di indonesia besumber dari pancasila dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai pancasila. Selanjutnya pancasila mempunyai kebenaran korespondensi yang ditandai dengan adanya kesesuaian antara pernyataan dan kenyataan.  Selain itu pancasila memiliki kebenaran pragmatis berdasarkan kriteria bahwa pernyataan-pernyatan yang  dibuat harus membawa kemanfaatan bagi sebagian umat manusia. Dalam berfikir ilmiah –filsafati dalam pembahasan pancasila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1.      Berobyek
Sayrat pertama bagi suatu kajian ilmiah yaitu berobyek. Objek dapat dibagi menjadi dua macam yaitu objek material dan objek formal. Objek material atau sasaran kajian adalah bahan yang dikaji dalam pencarian kebenaran ilmiah. Sedangkan objek formal adalah pandang pendekatan (perspektif)atau titik tolak dalam mendekati objek material.
2.      Bermetode
Setiap ilmu harus memiliki metode yaitu seperangkat cara atau sistem pendekatan dalam ranka pembahasan objek materialnya untuk mendapatkan kebenaran yang objektif.
3.      Bersistem
Sila-sila pancasila tersusun secara logis sehingga membentuk suatu pemikiran yang bersistem.
4.      Universal
Artinya bahwa kebenaran bersifat tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Dan nlai-nilai yang terkandung dalam pancasila masing-masing sila bersifat universal.
Pancasila sebagai dasar negara mempunyai bentuk dan susunan.
1.      Bentuk pancasila
Pancasila sebagai sistem nilai mempunyai bentuk yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut
a.       Merupakan kesatuan yang utuh.
b.      Setiap unsur pembentukan pancasila merupakan unsur mutlak yang membentuk kesatuan, bukan unsur yang komplementer.
c.       Sebagai kesatuan yang mutlak, tidak dapat ditambah atau dikurangi.
2.      Susunan Pancasila
Pancasila sebagai suatu sistem nilai disusun berdasarkan urutan logis keberadaan unsur-unsurnya.
Di era globalisasi banyak nilai-nilai asing yang masuk ke negara kita, seperti konsumerisme, hedoisme dan materialisme. Nilai –nilai tersebut sebetulnya tidak sesuai dengan pancasila. Tapi mengapa kenyataanya banyak dianut oleh masyarakat. Hal ini bisa mengakibatkan luturnya nilai-nilai pancasila. Seperti yang kita lihat pada saat ini orang kota antara satu dan lainnya tidak peduli akan keadaan tetangganya. Kenyataan itu tidak terjadi didaerah pegunungan, karna di pegunungan ataupun dipedesaan gotong royong masih tertanam dengan kuat. Sebenarnya jika kita mau meneliti antara orang pedesaan dan perkotaan jika dilihat dari pengetahuan tentang pancasila. Orang perkotaan lebih faham dengan maksud yang terkandung dalam pancasila. Tapi mengapa mereka begitu??? Mungkin kebiasaanlah yang mempengaruhi kejadian tersebut, karena mereka sering meninggalkan nilai-nilai pancasila.

0 komentar:

Posting Komentar