Rabu, 01 April 2015

TES MENJODOHKAN


 A.    Pengertian Tes Menjodohkan
Dalam proses belajar mengajar tentunya terdapat suatu tes terhadap peserta didik. Salah satu tes yang digunakan yaitu tes menjodohkan. Menurut Sukardi (2010: 123) item tes menjodohkan sering juga disebut matching test item. Item tes menjodohkan ini juga termasuk dalam kelompok tes objektif. Secara fisik, bentuk item tes menjodohkan terdiri atas dua kolom yang sejajar. Pada kolom pertama berisi pernyataan yang disebut daftar stimulus yang berarti dengan daftar premis karena dalam kolom tersebut berisi definisi, frasa atau kata tunggal dan kolom kedua berisi kata frasa yang disebut juga daftar respons atau jawaban. Sedangkan menurut Burhan (2001: 91) dalam tes bentuk menjodohkan, siswa dituntut untuk menjodohkan, mencocokkan, menyesuaikan, atau menghubungkan antara dua pernyataan yang disediakan, pernyataan biasanya diletakkan dalam dua lajur, lajur kiri berupa pernyataan pokok (stem) atau pertanyaan dan lajur kanan merupakan jawaban atas pernyataan lajur kiri.
Pertanyaan menjodohkan ini pada umumnya kegunaannya terbatas pada pengukuran pengetahuan yang mencakup terminologi, batasan atau definisi, fakta, dan asosiasi konsep yang memiliki kaitan sederhana. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Cross (1992) dalam Sukardi (2010: 123) bahwa matching test items are appropiate for identfying the relationship things; atau item tes menjodohkan adalah tepat untuk mengidentifikasikan hubungan antar sesuatu.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa tes menjodohkan merupakan tes yang memiliki dua lajur yang saling berhubungan. Pada prinsipnya tes menjodohkan mengevaluasi pengetahuan tentang fakta yang memiliki makna spesifik. Agar dapat digunakan sebagai materi premis atau kolom respons, fakta harus sederhana dan jelas. Jika kedua kriteria tersebut tidak dipenuhi maka tipe tes lain perlu dipertimbangkan penggunaannya.
B.     Kelebihan Tes Menjodohkan
1.      Pembuatannya mudah
2.      Dapat dinilai dengan mudah, cepat dan obyektif
3.      Apabila jenis tes ini dibuat dengn baik, maka faktor menebak praktis dapat dihilanggkan
4.      Tes jenis ini sangat berguna untuk menilai berbagai hal:
Ø  antara problem dan penyelesaiannya
Ø  antara teori dan penemunya
Ø  antara sebab dan akibatnya
Ø  antara singkatan dan kata-kata lengkapnya
Ø  antara istilh dan definisinya
C.    Kelemahan Tes Menjodohkan
1.       Matching test cenderung lebih banyak mengungkap aspek hafalan  atau daya ingat saja
2.       Karena mudah disusun, maka tes jenis ini acapkali dijadikan “pelarian” bagi pengajar, yaitu dipergunakan kalau pengajar tidak sempat lagi untuk membuat tes bentuk lain.
3.       Karena jawaban yang pendekk-pendek, maka tes jenis ini kurang baik untuk mengevaluasi pengertian dan kemampuan membuat tafsiran (interpretasi)
4.      Tanpa disengaja, dalam tes jenis ini sering menyelinap atau masuk hal-hal yang sebenarnya kurang perlu untuk di ujikan
D.    Kaidah Membuat Tes Menjodohkan
1.      Perlu adanya petunjuk yang jelas tentang bagaimana menjawab tes menjodohkan. Petunjuk tersebut perlu disusun dengan kalimat yang singkat dan jelas. Gurupun perlu menegaskan makna dan cara menjawab pada setiap kolom.
2.      Pada setiap kolom sebaiknya diberi label untuk lebih menjelaskan petunjuk.
3.      Item-item dalam tes menjodohkan sebaiknya homogen. Jika hanya sedikit materi pembelajaran yang dapat dikelompokkan secara homogen dan berkaitan satu dengan lainnya, maka bentuk tes lain direkomendasikan untuk digunakan.
4.      Sebaiknnya antara premis dan respons tidak sama jumlahnya. Secara empiris antara jumlah respons lebih banyak antara satu atau dua jawaban. Jika premis dan respons dibuat sama jumlahnya, ada kemungkinan para siswa menjawab dengan cara menerka.
5.      Untuk setiap tes jumlah item menjodohkan sebaiknya antara 4-8 item. Jika terlalu sedikit akan menimbulkan kurang informasi bagi para siswa. Sebaliknya, jika lebih besar dari 8, item kemungkinan terjadi tumpang tindih, membingungkan, dan menghabiskan waktu.
6.      Huruf besar atau angka (arab) sebaiknya digunakan untuk memberikan label item-item pada daftar jawaban.
7.      Item-item dalam daftar respons sebaiknya dibuat lebih pendek dibandingkan dengan daftar stimulus atau premis.
8.      Kolom dan daftar respons sebaiknya ditempatkan pada sisi sebelah kanan.
9.      Semua item untuk satu set tes menjodohkan, sebaiknya ditempatkan pada satu halaman. Penempatan kedua kolom pada halaman lain atau terpisah akan mengakibatkan siswa membaca sambil membolak-balik halaman.
E.     Cara Penilaian Tes Menjodohkan
Skor siswa ditentukan berdasarkan jumlah jawaban betul karena untuk tes penjodohan tak dipergunakan rumus dengan tebakan.
Rumus: S=R
S: skor, R(right) : jumlah jawaban betul


F.     Contoh Tes Menjodohkan
Daftar I
Daftar II
1.Sifat wajib bagi Allah yang tidak ada hubungannya dengan makhluk sebagai obyeknya ialah.............
A. Sifat Tabligh
B. Tauhid
C. Wajib’ain
D. Makruh
E. Sifat Fana
F. Tarikh
G. Haram
H. Sifat Wahdaniyah
I. Kiamat
J. Wajib Kifayah

2. Qadla’ dan Qodar dibahas dalam Ilmu.............
3. Salah satu sifat yang mustahil bagi Rasul Allah adalah ..........
 4.Shalat jenazah adalah shalat yang hukumnya .............
5.Semua minuman yang memabukkan dalam hukum Islam termasuk ..............
6...............dan seterusnya...........

G.    Aplikasi Tes Menjodohkan
Aplikasi dalam Pendidikan Jasmani yaitu
Daftar I
Daftar II
1.Jumlah pemain dalam permainan bola basket.......
A. Arung Jeram
B. 42,195 Km
C. 12 Orang
D. Renang
E. Pendinginan
F. 6 Orang
G. 5 Orang
H. Pemanasan
I. 42,500 Km
J. Tornado
K. Kayu
2. Alat modifikasi yang digunakan dalam praktek lempar lembing yaitu.....
3.Jarak lari maraton adalah.......
4.Olahraga yang dilakukan didalam air ..........
5.Sebelum melakukan olahraga seharusnya melakukan .............

DAFTAR PUSTAKA


Nurgiyantoro, Burhan. (2001). Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE.

Sudijono, Anas. (2007). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rajagfafindo Persada.

Sukardi. (2010). Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Buma Aksara.

0 komentar:

Posting Komentar