Senin, 13 April 2015



Teori Belajar, Teori Pembelajaran dan Teori Sistem
Oleh: Asngari
12604221015

1.      Teori Belajar
A.    Teori Behavioristik
Teori Behavioristik merupakan salah satu teori belajar yang sangat terkenal dan banyak memberi manfaat  bagi dunia pendidikan. Menurut Thorndike dalam Sugiharto, dkk (2012: 91). Pandangan behavioristik mengakui pentingnya masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output yang berupa respons. Sedangkan apa yang terjadi di antara stimulus dan respons dianggap tidak penting diperhatikan sebab tidak bisa diamati dan diukur. Yang bisa diamati dan diukur hanyalah stimulus dan respons. Belajar merupakan peristiwa tebentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (s) dan respon (r). Sedangkan belajar menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumen yang berasal dari lingkungan (Siregar, 2010: 25). Beberapa ilmuwan yang termasuk pendidri sekaligus penganut teori ini adalah Thorndike, Watson, Hull, Guthrie, Skinner.
B.     Teori kognitif
Pada teori ini yang lebih ditekankan adalah proses belajar daripada hasil belajar. Menururt teori ini belajar bukan hanya sekedar melibatkan hubungan antara stimulus dan respon akan tetapi belajar adalah berfikir secara komplek ((Siregar, 2010: 30). Proses ini tidak berjalan sendiri akan tetapi melalui proses yang saling berkaitan, ibarat seorang bermain not musik dia tidak hanya memahami not-notnya saja akan tetapi menyatu dengan pikiran dan perasaanya. Dalam pandangan teori belajar kognitif, siswa adalah individu yang aktif mempelajari ilmu pengetahuan. Dalam menempuh proses pembelajaran, siswa tidak hanya sekadar bersifat pasif dalam menerima pengetahuan. Siswa mencari informasi untuk mengatasi masalah yang dihadapi dan menyusun pengetahuan tersebut untuk memperoleh sebuah pemahaman baru. Konsep penting yang dikemukan dalam teori belajar. Penganut teori ini adalah Robert M. Gagne, Jean Piaget, Ausubel, Bruner.
C.    Teori Konstruktivistik
Salah satu teori belajar yang perlu kita ketahui adalah teori konstruktivisme. Menurut Sugiharto, dkk (2012: 107) teori ini sangat percaya bahwa siswa mampu mencari sendiri masalah, menyusun sendiri pengetahuanya, melalui kemampuan berfikir dan tantangan yang dihadapinya, menyelesaikan dan membuat konsep mengenai keseluruhan pengalaman realistik dan teori dalam saat bangunan utuh.  Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Menurut Siregar (2010: 39) dalam aliran konstruktivistik pengetahuan dipahami sebagai suatu pembentukan yang terus menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami reorganisasi karena adanya pemahaman-pemahaman baru. Beberapa ilmuwan yang termasuk pendidri sekaligus penganut teori ini adalah Jhon dewey, Jean Piaget, Jerome Brunner, Lev Vygotsky.
D.    Teori Humanistik
Dalam teori ini mempunyai tujuan yang sangat mulia yaitu menjadikan manusia seutuhnya. Menurut Sugiharto, dkk (2012: 107) siswa dalam proses belajarnya dianggap berhasil jika sipelajar telah memahami lingkunganya dan dirinya sendiri. Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain efektif. Misalnya kemampuan dalam ketrampilan membangun dan menjaga relasi yang hangat dengan orang lain, kepercayaan, penerimaan, kesadaran, memahami perasaan orang lain, kejujuran interpersonal dan pengetahuan interpersonal lainnya. Jadi intinya adalah meningkatkan kualitas keterampilan interpersonal dalam kehidupan sehari – hari. Selain menitikberatkan pada interpersonal, para pendidik juga membuat pembelajaran yang membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan dalam membuat, berimajinasi, mempunyai pengalaman, berintuisi, merasakan dan berfantasi. Beberapa ilmuwan yang termasuk pendidri sekaligus penganut teori ini adalah Bloom dan Krathwohl, Kolb, Honey dan Mumford, Habermas, Carl Rogers, Abraham Maslow.
2.      Teori Pembelajaran
Teori belajar dan pembelajaran merupakan teori yang berusaha mensukseska proses belajar mengajar. Namun antara dua teoir ini memiliki perbedaan, menurut Siregar (2010: 39) teori pembelajaran mengungkapkan hubungan antara kegiatan pembelajaran dalam proses psikologis dalam disi siswa, sedangkan teori belajar mengungkapkan hubungan antara kegiatan siswa dengan proses-proses psikologis dalam diri siswa atau teori belajar mengungkapkan hubungan antara fenomena yang ada dalam diri siswa. Teori pembelajran selalu menyebut metode pembelajaran, sedangkan teori belajar sama sekali tidak berurusan dengan metode pembelajaran. Ada beberapa teori pembelajaran diantaranya teori pengondisian klasik, teori operant, teori pembelajaran sosial.
3.      Teori Sistem
Pengertian sistem menurut M. Amirin (2001: 1) hubungan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan. Pengertian lain  sistem adalah jaringan kerja prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Istilah sistem paling sering digunakan untuk menunjukkan pengertian, metode atau cara dan sesuatu himpunan unsur atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain menjadi satu kesatuan yang utuh. Teori sistem merujuk pada serangkaian pernyataan mengenai hubungan diantara variabel dependen dan independen yang diasumsikan berinteraksi satu sama lain. Artinya perubahan dalam satu atau lebih dari satu variabel bersamaan atau disusul dengan perubahan variabel lain atau kombinasi variabel.













Daftar Pustaka

Amirin, Tatang M. 2001. Pokok - pokok Teori Sistem. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Eveline Siregar dan Hartini Nara. 2007. Teori Belajar Dan Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia .

Sugiharto, dkk. 2012. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Pres


0 komentar:

Posting Komentar