Teori Belajar, Teori Pembelajaran dan Teori Sistem
Oleh: Asngari
12604221015
1.
Teori Belajar
A.
Teori
Behavioristik
Teori Behavioristik merupakan salah satu teori belajar yang sangat
terkenal dan banyak memberi manfaat bagi
dunia pendidikan. Menurut Thorndike dalam Sugiharto, dkk (2012: 91). Pandangan
behavioristik mengakui pentingnya masukan atau input yang berupa stimulus dan
keluaran atau output yang berupa respons. Sedangkan apa yang terjadi di antara
stimulus dan respons dianggap tidak penting diperhatikan sebab tidak bisa
diamati dan diukur. Yang bisa diamati dan diukur hanyalah stimulus dan respons.
Belajar merupakan peristiwa tebentuknya asosiasi-asosiasi antara
peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (s) dan respon (r). Sedangkan belajar
menurut psikologi behavioristik adalah suatu kontrol instrumen yang berasal
dari lingkungan (Siregar, 2010: 25). Beberapa ilmuwan yang termasuk pendidri
sekaligus penganut teori ini adalah Thorndike, Watson, Hull, Guthrie, Skinner.
B.
Teori kognitif
Pada teori ini yang lebih ditekankan adalah proses belajar daripada
hasil belajar. Menururt teori ini belajar bukan hanya sekedar melibatkan
hubungan antara stimulus dan respon akan tetapi belajar adalah berfikir secara
komplek ((Siregar, 2010: 30). Proses ini tidak berjalan sendiri akan tetapi
melalui proses yang saling berkaitan, ibarat seorang bermain not musik dia
tidak hanya memahami not-notnya saja akan tetapi menyatu dengan pikiran dan
perasaanya. Dalam pandangan teori belajar kognitif, siswa adalah individu yang
aktif mempelajari ilmu pengetahuan. Dalam menempuh proses pembelajaran, siswa
tidak hanya sekadar bersifat pasif dalam menerima pengetahuan. Siswa mencari
informasi untuk mengatasi masalah yang dihadapi dan menyusun pengetahuan
tersebut untuk memperoleh sebuah pemahaman baru. Konsep penting yang dikemukan
dalam teori belajar. Penganut teori ini adalah Robert M. Gagne, Jean Piaget,
Ausubel, Bruner.
C.
Teori Konstruktivistik
Salah satu teori belajar yang perlu kita ketahui adalah teori konstruktivisme.
Menurut Sugiharto, dkk (2012: 107) teori ini sangat percaya bahwa siswa mampu
mencari sendiri masalah, menyusun sendiri pengetahuanya, melalui kemampuan
berfikir dan tantangan yang dihadapinya, menyelesaikan dan membuat konsep
mengenai keseluruhan pengalaman realistik dan teori dalam saat bangunan
utuh. Konstruktivisme sebenarnya bukan
merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini
merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang
mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Menurut Siregar (2010: 39)
dalam aliran konstruktivistik pengetahuan dipahami sebagai suatu pembentukan
yang terus menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami reorganisasi
karena adanya pemahaman-pemahaman baru. Beberapa ilmuwan yang termasuk pendidri
sekaligus penganut teori ini adalah Jhon dewey, Jean Piaget, Jerome Brunner,
Lev Vygotsky.
D.
Teori
Humanistik
Dalam teori ini mempunyai tujuan yang sangat mulia yaitu menjadikan
manusia seutuhnya. Menurut Sugiharto, dkk (2012: 107) siswa dalam proses
belajarnya dianggap berhasil jika sipelajar telah memahami lingkunganya dan
dirinya sendiri. Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan
emosi positif yang terdapat dalam domain efektif. Misalnya kemampuan dalam
ketrampilan membangun dan menjaga relasi yang hangat dengan orang lain,
kepercayaan, penerimaan, kesadaran, memahami perasaan orang lain, kejujuran
interpersonal dan pengetahuan interpersonal lainnya. Jadi intinya adalah
meningkatkan kualitas keterampilan interpersonal dalam kehidupan sehari – hari.
Selain menitikberatkan pada interpersonal, para pendidik juga membuat
pembelajaran yang membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan dalam
membuat, berimajinasi, mempunyai pengalaman, berintuisi, merasakan dan
berfantasi. Beberapa ilmuwan yang termasuk pendidri sekaligus penganut teori
ini adalah Bloom dan Krathwohl, Kolb, Honey dan Mumford, Habermas, Carl Rogers,
Abraham Maslow.
2.
Teori
Pembelajaran
Teori belajar dan pembelajaran merupakan teori yang berusaha
mensukseska proses belajar mengajar. Namun antara dua teoir ini memiliki
perbedaan, menurut Siregar (2010: 39) teori pembelajaran mengungkapkan hubungan
antara kegiatan pembelajaran dalam proses psikologis dalam disi siswa, sedangkan
teori belajar mengungkapkan hubungan antara kegiatan siswa dengan proses-proses
psikologis dalam diri siswa atau teori belajar mengungkapkan hubungan antara
fenomena yang ada dalam diri siswa. Teori pembelajran selalu menyebut metode
pembelajaran, sedangkan teori belajar sama sekali tidak berurusan dengan metode
pembelajaran. Ada beberapa teori pembelajaran diantaranya teori pengondisian
klasik, teori operant, teori pembelajaran sosial.
3.
Teori Sistem
Pengertian
sistem menurut M. Amirin (2001: 1) hubungan bagian atau komponen yang saling
berhubungan secara teratur dan merupakan satu keseluruhan. Pengertian lain sistem adalah jaringan kerja prosedur-prosedur
yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Istilah sistem paling sering
digunakan untuk menunjukkan pengertian, metode atau cara dan sesuatu himpunan
unsur atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain menjadi satu kesatuan
yang utuh. Teori sistem merujuk
pada serangkaian pernyataan mengenai hubungan diantara variabel dependen dan
independen yang diasumsikan berinteraksi satu sama lain. Artinya perubahan
dalam satu atau lebih dari satu variabel bersamaan atau disusul dengan
perubahan variabel lain atau kombinasi variabel.
Daftar Pustaka
Amirin, Tatang M. 2001. Pokok - pokok Teori
Sistem. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Eveline Siregar dan Hartini Nara. 2007. Teori Belajar Dan
Pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia .
Sugiharto, dkk. 2012. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY
Pres
RSS Feed
Twitter
21.14
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar